HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

MARAK Menilai Menteri Yasonna Laoly Tidak Layak Menjabat,Ini Sebabnya

 

Ket Foto : Koordinator MARAK, Agus Yohanes


JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi atau MARAK menilai kinerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly paling buruk di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Koordinator MARAK, Agus Yohanes mengatakan jabatan Yasonna Laoly sebagai Menkumham layak dievaluasi. Pasalnya, tidak banyak perubahan yang dilakukan Kemenkumham maupun jajarannya sebaliknya semakin buruk.

"Kami mempunyai catatan akhir tahun dalam mengamati kinerja Menteri Yasonna. Untuk kasus di internal, ada indikasi jual beli jabatan di imigrasi maupun lapas. Tidak ada perbaikan dari tahun ke tahun. Ini belum termasuk banyak peristiwa yang merugikan negara," ujar Agus Yohanes, Senin (13/12/2021).

Agus Yohanes mengungkapkan sejumlah kasus yang sampai saat ini belum juga menjadi perhatian serius Menteri Yasonna untuk diperbaiki. Anehnya, kejadian itu terkesan dianggap kejadian angin lalu.

Kondisi ini menjadi penyebab imigrasi maupun di lapas semakin bertambah parah. Jika hal ini dibiarkan justru bisa semakin memperburuk citra baik Kemenkumham.

"Mulai kerusuhan dan pembakaran lapas oleh para napi,indikasi bisnis kamar di lapas dan bisnis remisi,bisnis narkoba yang dikendalikan napi dari dalam lapas dan banyak kasus besar yang membuat Yasonna Laoly layak dicopot Presiden Jokowi," tegasnya.

Menteri Yasonna tidak membawa perubahan selama menjabat. Padahal, menteri lain sebagai pembantu Presiden Jokowi, sudah banyak bekerja baik demi pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

"Kerusuhan yang berujung pada pembakaran lapas dan bisnis narkoba dikendalikan napi, misalnya, sampai saat ini tidak ada solusi yang lebih baik dari Menteri Yasonna. Ini belum termasuk indikasi jual beli jabatan," sebutnya.

(Red)


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *