HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Enyahlah Kemalasan

 

Ket Foto: Ustadz Miftah Cool


"Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah." (QS. Al-Ankabut: 17).

Seluruh pemuka agama, para psikolog, para motivator di seluruh dunia sepakat bahwa kemalasan merupakan penyebab terbesar kesialan, kegagalan, dan ketidakberuntungan. Rasa malas bagaikan rayap yang menggrogoti potensi diri dan merongrong pikiran Anda supaya tidak maju-maju.

Malas membuat tubuh semakin berat, hidup terlunta-lunta yang diperparah dengan dengki melihat keberhasilan orang. Bawaan malas bukanlah bawaan dari lahir tapi ekspresi sikap ketidakmandirian.

Micheal Bassey Jhonson mengatakan, Stop sleeping, Get to work! You will have much time to sleep when you die. (Berhentilah perbanyak tidur-tiduran, dan gunakan waktu untuk bekerja. Anda akan memiliki banyak waktu untuk tidur ketika Anda mati nanti). 

Orang yang malas akan mengubur semua impiannya sehingga impian hanya tinggal mimpi di siang bolong. Kemalasan menjadikan setiap orang selalu berada di level terbawah, selalu ketertinggalan dan tidak pernah sadar untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik. 

Jika Anda ingin mengenyahkan kemalasan Anda, lakukan dengan segenap kemampuan Anda dan keinginan yang kuat di dalam jiwa, mulai dari langkah kecil, yang penting Anda terus bergerak. Jika Anda tidak tahu harus bergerak ke mana, asalkan Anda mau bergerak maka jalan yang akan menggiring Anda ke tempat cita-cita Anda. Lakukanlah dengan sabar dan minta tolonglah kepada Tuhan dengan mantap. 

Doa Sayyidina Muhammad Saw: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, lilitan hutang dan kezaliman orang."

Memang ada juga malas yang bagus, yaitu: malas berbuat jahat, malas menyebarkan hoak, malas gossip, malas berhutang karena takut tak bisa bayar, malas mencuri, malas menzalimi hingga malas menjadi malas dll.

Selamat tinggal kemalasan.


Penulis: Ustadz Miftah Cool


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *